Gadis Berseragam Pramuka
Saat itu usia saya masih 12 tahun. Baru saja mendapatkan piala dari Bupati Sidoarjo karena Nilai Ebtanas Bahasa Indonesia saya tertinggi se-Propinsi Jawa Timur. Sedangkan total Nilai Ebtanas saya tertinggi se-Kecamatan dan nomer 2 se-Sidoarjo. Bisa dibilang saya pintar, sehat dan ganteng.
Otomatis ketika saya mendaftar di SMP 1 Sidoarjo ya nama saya nomer 2 di mana 48 siswa dengan Nilai Ebtanas tertinggi langsung masuk ke kelas 1-1.
Saya ingat sekali saat itu hari Jumat. Di mana hari itu adalah briefing para siswa untuk Masa Orientasi minggu depan. Di Mading sudah terpasang bahwa hari itu harus pakai baju putih biru tetapi ada 1 siswi memakai baju pramuka. Seperti biasanya naluri impulsif saya terpancing.
Saya : Kok pakai baju Pramuka?
Kamu : Kan hari Jum'at.
Saya : Kan ada pengumumannya di Mading.
Kamu : Saya kan nggak liat.
Saya : Nggak liat atau nggak bisa baca?
Kamu : Nggak liat kok. Enak aja bilang nggak bisa baca. Aq pinter tau.
Saya : Nama saya nomer 2 di depan. Dan nomer 1 itu cewek yang rambutnya ikal. Berarti kamu pasti di bawah saya. Dan itu artinya saya lebih pinter dari kamu.
Kamu : Sombong...
Saya : Dan ganteng.....
Kamu : Najis...
Saya : Nama saya Awan. Namamu najis? Serius?
Kamu : Aaaargggghhhh. Nama saya bukan najis. Itu yang nomer 15.
Saya : Seneng kenalan sama kamu
Kamu : Stress ngobrol sama kamu
Saya : SD Pucang ya?
Kamu : Pucang 3.
Saya : Saya dari SD Sawotratap 3.
Kamu : SD nggak terkenal.
Saya : Tapi setelah saya masuk sana SDnya jadi terkenal.....ha ha ha
Sayangnya, setelah Masa Orientasi yang cuma seminggu, 48 siswa tadi diacak lagi. Saya dapet kelas 1-2 dan kamu 1-8. Setidaknya itu yang saya ingat tentang bagaimana saya kenal kamu di hari pertama saya masuk SMP. Setelah itu sepertinya kita terlalu gengsi dengan perasaan masing-masing. Sampai semuanya terungkap di Bandar Djakarta.
Otomatis ketika saya mendaftar di SMP 1 Sidoarjo ya nama saya nomer 2 di mana 48 siswa dengan Nilai Ebtanas tertinggi langsung masuk ke kelas 1-1.
Saya ingat sekali saat itu hari Jumat. Di mana hari itu adalah briefing para siswa untuk Masa Orientasi minggu depan. Di Mading sudah terpasang bahwa hari itu harus pakai baju putih biru tetapi ada 1 siswi memakai baju pramuka. Seperti biasanya naluri impulsif saya terpancing.
Saya : Kok pakai baju Pramuka?
Kamu : Kan hari Jum'at.
Saya : Kan ada pengumumannya di Mading.
Kamu : Saya kan nggak liat.
Saya : Nggak liat atau nggak bisa baca?
Kamu : Nggak liat kok. Enak aja bilang nggak bisa baca. Aq pinter tau.
Saya : Nama saya nomer 2 di depan. Dan nomer 1 itu cewek yang rambutnya ikal. Berarti kamu pasti di bawah saya. Dan itu artinya saya lebih pinter dari kamu.
Kamu : Sombong...
Saya : Dan ganteng.....
Kamu : Najis...
Saya : Nama saya Awan. Namamu najis? Serius?
Kamu : Aaaargggghhhh. Nama saya bukan najis. Itu yang nomer 15.
Saya : Seneng kenalan sama kamu
Kamu : Stress ngobrol sama kamu
Saya : SD Pucang ya?
Kamu : Pucang 3.
Saya : Saya dari SD Sawotratap 3.
Kamu : SD nggak terkenal.
Saya : Tapi setelah saya masuk sana SDnya jadi terkenal.....ha ha ha
Sayangnya, setelah Masa Orientasi yang cuma seminggu, 48 siswa tadi diacak lagi. Saya dapet kelas 1-2 dan kamu 1-8. Setidaknya itu yang saya ingat tentang bagaimana saya kenal kamu di hari pertama saya masuk SMP. Setelah itu sepertinya kita terlalu gengsi dengan perasaan masing-masing. Sampai semuanya terungkap di Bandar Djakarta.