Just A Little Story

About Awan Asmara Frima

Wednesday, October 28, 2009

Gadis Berseragam Pramuka

Saat itu usia saya masih 12 tahun. Baru saja mendapatkan piala dari Bupati Sidoarjo karena Nilai Ebtanas Bahasa Indonesia saya tertinggi se-Propinsi Jawa Timur. Sedangkan total Nilai Ebtanas saya tertinggi se-Kecamatan dan nomer 2 se-Sidoarjo. Bisa dibilang saya pintar, sehat dan ganteng.

Otomatis ketika saya mendaftar di SMP 1 Sidoarjo ya nama saya nomer 2 di mana 48 siswa dengan Nilai Ebtanas tertinggi langsung masuk ke kelas 1-1.

Saya ingat sekali saat itu hari Jumat. Di mana hari itu adalah briefing para siswa untuk Masa Orientasi minggu depan. Di Mading sudah terpasang bahwa hari itu harus pakai baju putih biru tetapi ada 1 siswi memakai baju pramuka. Seperti biasanya naluri impulsif saya terpancing.

Saya : Kok pakai baju Pramuka?
Kamu : Kan hari Jum'at.
Saya : Kan ada pengumumannya di Mading.
Kamu : Saya kan nggak liat.
Saya : Nggak liat atau nggak bisa baca?
Kamu : Nggak liat kok. Enak aja bilang nggak bisa baca. Aq pinter tau.
Saya : Nama saya nomer 2 di depan. Dan nomer 1 itu cewek yang rambutnya ikal. Berarti kamu pasti di bawah saya. Dan itu artinya saya lebih pinter dari kamu.

Kamu : Sombong...
Saya : Dan ganteng.....
Kamu : Najis...
Saya : Nama saya Awan. Namamu najis? Serius?
Kamu : Aaaargggghhhh. Nama saya bukan najis. Itu yang nomer 15.
Saya : Seneng kenalan sama kamu
Kamu : Stress ngobrol sama kamu
Saya : SD Pucang ya?
Kamu : Pucang 3.
Saya : Saya dari SD Sawotratap 3.
Kamu : SD nggak terkenal.
Saya : Tapi setelah saya masuk sana SDnya jadi terkenal.....ha ha ha

Sayangnya, setelah Masa Orientasi yang cuma seminggu, 48 siswa tadi diacak lagi. Saya dapet kelas 1-2 dan kamu 1-8. Setidaknya itu yang saya ingat tentang bagaimana saya kenal kamu di hari pertama saya masuk SMP. Setelah itu sepertinya kita terlalu gengsi dengan perasaan masing-masing. Sampai semuanya terungkap di Bandar Djakarta.

Wednesday, October 21, 2009

Serpihan Masa Lalu

Bandar Djakarta Oktober 2009

Saya : Maaf kalau dulu saya nggak gerak
Kamu : Kamu bodoh dan selalu bodoh
Saya : Saya nggak nangkep sinyalnya....
Kamu : Iya itu makanya saya bilang kalau kamu bodoh
Saya : Oke bodoh tapi ganteng
Kamu : Aaaarrgghhhh....kumat lagi penyakitmu
Saya : Kalau saya sih dari SMP
Kamu : Saya juga....
Saya : (tertawa ngakak)
Kamu : (Tersenyum). Sholat dulu sudah Maghrib tuh.
Saya : Kamu duluan aja. Saya lagi pengen tertawa puas. Btw saya nggak gerak karena dulu saya belum punya apa-apa dan kamu selalu protes kalau saya deket-deket kamu.
Kamu : Karena saya grogi tau....

Friday, October 16, 2009

Cerita Ayah.....

Pagi itu, ayah menelpon saya dan langsung bertanya, "kau ada masalah?" Saya pun langsung menjawab, "gak ada kok". "Kalau jawabanmu gitu, berarti ada masalah. Goblok kau, mikir itu pakai otak bukan pakai hati", jawab ayah sambil tertawa ngakak. Ya, ayah memang benar. Saya lagi ada masalah. Justru banyak malah lho....

Dan ayah langsung bercerita tentang kisah beberapa teman-temannya.

Pertama, ayah bercerita tentang temannya yang berkenalan dengan seorang gadis yang kebetulan duduk bersebelahan dalam bis. Dan ternyata awal perkenalan di bis itu lah yang membuat mereka berujung dengan pernikahan.

Kedua, ayah bercerita tentang temannya lagi yang berkenalan dengan seorang gadis di depan penjual daging sapi di pasar tradisional. Tentunya tidak banyak obrolan menarik yang bisa dibahas jika anda berada di depan pria Madura berusia 45 tahun, berkulit hitam, hanya memakai sarung, berkeringat dan sibuk menimbang daging sapi. Hebatnya, teman ayah ini akhirnya berhasil menikah dengan gadis itu.

Ketiga, ayah bercerita tentang kisah cintanya sendiri. Bagaimana saat itu ayah saya sedang libur kerja dan membantu menjaga toko buku sahabatnya. Dan saat itu ibu saya membeli sebuah majalah. Moment itulah di mana ayah dan ibu saya berkenalan.

Ayah bilang tidak peduli di mana dan kapan moment itu ada. Intinya saat itu terjadi, semuanya terasa mudah dan dimudahkan. Karena memang saat itu lah takdir jodoh dipertemukan. Saya terdiam dan berpikir bahwa berarti jika tidak terasa mudah dan dimudahkan artinya tidak berjodoh?

Persis seperti kata guru ngaji saya waktu SD di mana jodoh juga merupakan rahasiaNya. Tugas kita cuma berusaha dan sisanya ya biar urusanNya.....he he he ^-^